Jone Samuelsen menyundul bola dari area pertahanan sendiri dan gol!
Siapa pesepakbola paling jago dalam urusan heading? Oliver Bierhoff mungkin salah satu nama yang mengemuka. Atau Peter Crouch yang baru saja menghentikan start luar biasa Manchester United dengan memanfaatkan tinggi tubuhnya.
Namun pernahkah mereka berdua mencetak gol melalui heading dengan jarak yang cukup jauh? Baik Bierhoff maupun Crouch sebaiknya bertanya kepada Jone Samuelsen. Pemain Odd Grenland ini baru saja mencetak gol lewat sebuah heading dari jarak lebih dari 50 yard!
Momen luar biasa ini terjadi dalam pertandingan antara Odd Grenland menghadapi Tromso dalam kompetisi di Norwegia, Minggu (25/9) lalu. Tromso yang sudah ketinggalan 3-1 dari tuan rumah mendapat sebuah kesempatan corner kick di masa injury time. Penjaga gawang tim tamu yang merasa galau ikut-ikutan merangsek ke kotak 16 meter berharap dengan tinggi badannya mampu menciptakan peluang.
Alih-alih sepakan penjuru tersebut membahayakan gawang Odd Grenland, justru bola yang berhasil dikuasai pemain tuan rumah mendadak berbuah menjadi sebuah counter attack. Meski sebenarnya pemain bertahan Tromso sempat menghalau bola, bola malah tepat ke arah Jone Samuelsen. Dan antisipasi kepalannya dari belakang garis tengah berubah menjadi gol spektakuler. Istimewa!
Gabriel Omar Batistuta merupakan legenda di Fiorentina. Sembilan musim membela La Viola, ia mencetak 209 gol dalam 325 pertandingan di semua ajang. Pada tahun 2000, ia memutuskan pindah ke klub ibukota, AS Roma, demi mencapai satu hal yang terus menjadi impiannya: trofi scudetto. Menyadari jika dirinya semakin tua (saat itu berusia 31 tahun) dan Fiorentina sulit bersaing untuk juara, Batigol pun hengkang dengan bandrol 70 miliar lira, atau sekitar 23,5 juta pounds, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk seorang pemain berusia di atas 30 tahun….. Lagipula itu tahun 2000. Kepindahan Batistuta juga untuk membantu keuangan klub yang saat itu sedang terancam bangkrut.
Dan kepindahan itu membuatnya harus berhadapan dengan mantan klubnya tersebut di kompetisi Serie A. Uniknya, pertandingan yang emosional tersebut langsung terjadi pada giornata kedelapan, tak seberapa lama setelah ia pindah. Dan di pertandingan itu, Batistuta tak bisa menahan perasaannya.
Ia mencetak gol lewat tendangan voli yang luar biasa indah dari luar kotak penalti. Francesco Toldo pun tak mampu menghentikannya. Gol. Semua orang di Stadion Olimpico bersorak, semua pemain Roma mengerubunginya, tetapi Batistuta hanya diam saja. Rupanya, ia menangis setelah mencetak gol tersebut, dan enggan merayakannya.
Setelah pertandingan berakhir, Batigol lagi-lagi tak mampu menahan tangisnya ketika ia mengucapkan salam kepada sekitar 3000 pendukung La Viola yang datang bertandang ke Olimpico.
Sebuah bukti profesionalisme seorang Batistuta, meski ia tak mampu menahan sisi emosionalnya. Salut.
Serie A Italia musim depan akan menyambut klub Novara Calcio yang berhasil promosi dari Serie B. Novara memastikan satu tempat di Serie A setelah mengalahkan Padova pada pertandingan play-off dengan skor 2-0.
Dalam video ini terlihat penjaga gawang Novara, Jimmy Fontana melakukan selebrasi dengan cara-cara gila. Selain berlari tanpa celana, ia juga mencium beberapa rekan dan wartawan. Akankah penjaga gawang gila ini berlaga di Serie A musim depan?
Wayne Rooney saat ini masih berlibur di Barbados bersama Coleen dan anaknya Kai. Rooney yang baru saja menjalani operasi transplantasi rambut barunya, kemarin terlihat menghabiskan malam dengan berkaraoke.
Striker berusia 26 tahun menyanyikan beberapa lagu di antaranya, "We are the champions (queen)", dan dalam video ini tampak ia tengah menyanyikan beberapa lagu Oasis dan The Beatles seperti "Hey Jude".
Meski suara Rooney tidak terlalu bagus, ia cukup percaya diri untuk membawakan beberapa lagu. Bukan hanya Rooney yang berlibur di Barbados, tercatat ada banyak pemain yang menikmati jeda kompetisi di sana. Jika ingin menemui bintang-bintang Liga Inggris, silahkan berlibur ke Barbados.
Anda pasti mengenal Rory Delap, gelandang Stoke City yang sangat terkenal karena lemparan kedalamnya yang sangat kuat. Delap sangat ditakuti jika Stoke mendapatkan kesempatan lemparan kedalam di dekat kotak penalti lawan, dan tak jarang akibat lemparan Delap tersebut, Stoke bisa mencetak gol. Sejak 2007, Stoke setidaknya sudah mendapatkan 36 gol yang berawal dari lemparan Delap. Luar biasa!
Delap memang memiliki lengan yang kuat. Tak mengherankan, karena sejak ia masih sekolah, ia merupakan juara lomba lempar lembing. Ia bahkan sempat diusulkan untuk menjadi wakil Irlandia di ajang Olimpiade untuk cabang lempar lembing.
Satu-satunya cara untuk menyaingi kuatnya lemparan Delap adalah dengan menambah kekuatan ayunan lengan ketika melempar bola. Dan jika tak memiliki lengan yang bisa mengayun dengan kuat, toh hal tersebut masih bisa diakali.
Seperti yang dilakukan oleh Brandon Buckholder. Di pertandingan melawan Irmo High School, bek kiri Wando High School ini melakukan lemparan ke dalam dengan cara berakrobatik terlebih dahulu hingga akhirnya menciptakan lemparan yang sangat kuat dan tepat mengarah ke dalam kotak penalti rekan setimnya pun sukses menyundul bola tersebut hingga akhirnya mencetak gol bagi Wando.
Gagal mencetak gol? Selalu terjadi di setiap pertandingan. Tapi kamu harus lihat yang satu ini. We present... Worst Miss Of All Time!
Sudah banyak video yang menunjukkan kegagalan pemain menciptakan gol. Termasuk juga di saat-saat yang sudah nyaris 99 persen masuk.
Tapi apa yang dilakukan oleh Anderson Freidrick di Liga Papan Bawah di Venezuela ini menciptakan level baru dalam kegagalan menciptakan gol. Mampu melepaskan diri dari bek dan penjaga gawang lawan dan tinggal berhadapan dengan sebuah gawang yang begitu lebar. Sang striker siap membawa bola melewati garis gawang dengan berlari.
Yang terjadi? Setelah semakin dekat, ia mengubah pikirannya dan memutuskan untuk melakukan tembakan saja –mungkin ia berpikir itu akan lebih terlihat hebat di kamera. Wrong. Ia bahkan tidak menyentuh mistar gawang.
Sebenarnya, sudah bukan rahasia lagi jika Caroline merupakan penggemar sepakbola. Ia merupakan fans Liverpool, dan bahkan pernah menggunakan jersey merah Liverpool dengan bertuliskan nama Steven Gerrard di punggungnya dan ditandatangani oleh sang kapten sendiri. Jersey itu merupakan pemberian dari seorang temannya. Ia lalu berfoto dengan menggunakan seragam kebesaran Liverpool tersebut lalu mempostingnya di akun Twitter pribadinya. Mendapatkan tanggapan yang positif dari penggemarnya, ia lalu menggunakan jersey tersebut untuk sesi pemanasan sebelum pertandingannya di Qatar Open, Februari lalu.
“Saya mendapatkan banyak komentar tentang jersey Liverpool dan diminta untuk bermain di lapangan dengan menggunakan jersey tersebut… Jadi kenapa tidak?” ujarnya di Twitter.
“Saya merupakan fans berat Liverpool. Saya menonton hampir semua pertandingan karena saya sangat menyukai sepakbola dan ketika saya memiliki waktu luang, saya selalu menonton pertandingan Liverpool.” akunya.
Jika melihat latar belakang keluarganya, Anda tak akan heran mengapa petenis yang kini memilih tinggal di Monte Carlo, Monaco, ini begitu dekat dengan sepakbola dan bahkan memiliki bakat bermain bola. Faktanya, seluruh anggota keluarganya, yang merupakan keluarga imigran dari Polandia, memang bermain bola. Ayahnya, Piotr Wozniacki merupakan mantan pemain sepakbola profesional dan pernah bermain bagi klub Denmark, Boldklubben 1909. Sedangkan ibunya merupakan pemain voli profesional dan bermain bagi tim nasional voli wanita Polandia. Sedangkan kakak laki-lakinya, Patrik, mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi pemain sepakbola profesional dan kini bermian bagi klub Hvidovre IF sebagai gelandang serang.
Jadi, jangan heran kalau Caroline juga memiliki bakat dan teknik memainkan bola sepak!
Bukan Marco Materrazi namanya jika tidak punya ide gila, dalam perayaan gelar Coppa Italia yang diraih Inter hari kemarin ia melakukan selebrasi jahil khas dirinya.
Matrix tanpa aba-aba langsung mengguyur dua presenter Televisi RAI dari belakang, hingga membuat keduanya basah kuyup. Tidak ada yang bisa dilakukan Paola Ferrari dan Giampiero Galeazzi selain harus basah dan menerima ulah iseng Marco.
Ini kisah nyata yang benar-benar terjadi , ketika pertandingan sepakbola akhir pekan di provinsi Kasai Timur -Congo, antara Bena Tshadi sebagai tuan rumah vs Basanga sebagai tim tamu terpaksa dihentikan, setelah petir menyambar 11 pemain Basanga sampai mati di liga sepak bola Republik Demokratik Kongo dan 30 orang penonton menderita luka bakar.
Anehnya, tim Bena Tshadi yang sebagai tuan rumah benar-benar tidak terluka sama sekali. Pemimpin penduduk lokal Provinsi Kasai timur mencurigai bahwa ada praktek sihir dalam pertandingan tersebut.
Sebagai catatan , tim yang terbunuh adalah tim tamu, dan para pemain dari tim tuan rumah keluar sepenuhnya tanpa terluka dalam pertandingan yang berkahir imbang 1-1.
Ini bukan pertama kalinya pertandingan sepak bola berakhir karena petir - itu terjadi di akhir pekan yang sama di Johannesburg (Afrika Selatan) di mana setengah dari pemain dari kedua tim (Jomo Cosmos dan Swallows Moroka) jatuh ke rumput.
Beberapa menggeliat di rumput memegang telinga dan mata mereka. Penonton dan staf pelatih berlari ke lapangan untuk membantu. Untungnya tidak ada orang tewas dalam pertandingan itu.
Tidak setiap orang bisa mencetak gol, dan tidak setiap waktu Anda bisa mencetak gol. Bahkan seorang pemain berlabel 50 juta poundsterling seperti Fernando Torres sekalipun sulit sekali mencetak gol di Chelsea musim ini. Karena itulah setiap gol yang dibuat pantas untuk dirayakan.
Merayakannya tentu bersama rekan-rekan setim. Normalnya, rekan-rekan setim Anda akan memberikan pelukan selamat kepada Anda setelah Anda mencetak gol. Tentu tak ada rekan yang malah menendang muka Anda sebagai tanda selamat, bukan?
Tetapi hal itulah yang justru terjadi di pertandingan Hong Kong FA Cup antara South China melawan Sun Hei. Kwok Kin Pong pada menit ke 61 mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk South China. Bukannya merayakannya dengan gembira, Kin Pong justru harus terguling-guling kesakitan karena ulah rekan satu timnya sendiri.
Chan Siu Ki yang merupakan pencetak gol pertama South China di pertandingan tersebut sebenarnya berniat memberikan selamat kepaada Kin Pong setelah sundulan terbangnya berhasil membuat timnya unggul. Namun entah kenapa ia malah terpeleset dan kakinya pun menghajar wajah Kin Pong. Terang saja Kin Pong kesakitan. Ia langsung memegangi hidungnya yang terkena sepatu Siu Ki.
Kaki Siu Ki ternyata tak hanya berbahaya bagi gawang lawan, tetapi juga bagi rekan sendiri.
Barcelona tak hanya mengalahkan Manchester United dengan 2x45 menit permainan brilian di Wembley, tapi juga usai pertandingan.
Setelah menerima trofi juara Liga Champions dan melakukan victory lap di hadapan pendukung Barca yang hadir di Wembley, beberapa pemain Barca dipimpin oleh Gerard Pique melakukan hal unik yang sedikit nyeleneh: memotong jala gawang!
Pique mulai menggunting jala gawang di Wembley...
Dibantu staf pelatih dan beberapa pemain Barca lainnya, tak lama kemudian jala gawang Wembley mulai lepas oleh ulah sang juara ini...
Waka waka! Jala gawang sudah lepas dan saatnya berpesta..
Pique yang dikenal sebagai pemain yang hobi usil dan punya ulah gokil itu mulai memotong jala gawang Barca dengan gunting yang sudah dipersiapkan. Ia dibantu beberapa staf pelatih Barca. Dani Alves dan Sergio Buquets juga membantu Pique melakukan aksinya.
Berikut video aksi Pique dkk melepas jala gawang Wembley:
Konon tradisi "potong dan ambil jala" ini diinspirasi dari tim basket asal Barcelona, El Barca Basquet. Namun bagi Pique, bisa jadi jala gawang Wembley ini bisa menjadi kado spesial untuk Shakira.
Momen menarik dari laga testimonial Gary Neville di Old Trafford, Rabu (25/5) dini hari WIB kemarin ketika David Beckham "menangkap" seorang suporter yang berlari masuk ke lapangan.
David Beckham rela jauh-jauh datang ke Inggris, meninggalkan LA Galaxy untuk bermain di laga testimonial sahabat dekatnya, Gary Neville. Ini merupakan pertama kalinya Beckham berkostum merah di Old Trafford sejak 2003.
Beckham menunjukkan aksinya, tak cuma mengeksekusi set piece, tapi juga menangkap seorang pitch invader cilik yang berlari ke dalam lapangan saat pertandingan berlangsung.
Setelah beberapa tahun di Amerika, tentunya Beckham tak kesulitan menangkap orang berlari, seperti adegan yang sering kita temui di olahraga tradisional orang Amerika, American Football.
Lagi iseng iseng nyari nyari video ehh malah dapat video kaya ginian . Di dalam video ini ada anak kecil yang bermain bola layaknya tsubasa. Keren banget dah sumpah !!!! Nanti kalo dia udah gede gimana yanh . Wah bisa jadi penerus Messi tapi asalnya dari Japan wah mantap . So check this Video !!!!
Gelandang AC Mlan Kevin-Prince Boateng menepati janjinya untuk menari moonwalk ala Michael Jackson pada perayaan scudetto di San Siro (15/5).
Dalam sorot lampu di sebuah panggung yang memang telah disiapkan khusus untuk Boateng, pemain asal Ghana itu menari ala Jacko lengkap dengan pakaian ala Sang Raja Pop seperti jaket hitam gemerlapan, celana panjang hitam, kaus putih, dan topi fedora.
Robinho dkk yang berada di sekeliling Boateng pun turut larut dalam aksi unik dari rekan setimnya itu. Boateng juga sempat melemparkan topinya ke arah "penonton" layaknya sebuah konser.
Tentunya "konser" Boateng ala Michael Jackson ini menjadi bagian unik dari rangkaian pesta scudetto Rossoneri tahun ini, selain aksi tendangan taekwondo Ibrahimovic pada Cassano
Chelsea memainkan laga home terakhir musim 2010/11 dengan hasil kurang memuaskan, ditahan imbang 2-2 Newcastle di kandang sendiri, Stamford Bridge, hari Minggu lalu.
Itu melengkapi kegagalan Chelsea meraih gelar musim ini, kegagalan transfer Fernando Torres, hingga kemungkinan dipecatnya pelatih Carlo Ancelotti.
Namun fans The Blues tak perlu larut dalam kesedihan karena "pemain masa depan" telah lahir, dialah Stefan Ivanovic. Putra dari bek Chelsea, Branislav Ivanovic.
Stefano menunjukkan kebolehannya di hadapan puluhan ribu fans Chelsea sebelum laga lawan Newcastle. Menggiring bola dari tengah, sempat terjatuh dan bangkit lagi, ia menendang bola ke arah gawang yang kosong, dan gol. Lengkap dengan aksi selebrasinya dengan mengacungkan tangan, sebelum berlari ke arah sang ayah yang menghampiri dan menciumnya.
Akankah Stefan menjadi The Next Drogba, atau The Next Torres?
Klose membuat dua kesalahan memalukan dalam satu minggu...
Miroslav Klose adalah salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah dimiliki Jerman. Hal itu tidak bisa dibantah oleh siapapun karena rekor golnya yang luar biasa di timnas Jerman: ia mencetak lima gol di Piala Dunia 2002, yang merupakan Piala Dunia pertamanya. Ia kemudian menjadi top skorer di Piala Dunia 2006, lagi-lagi dengan lima gol.
Di Piala Dunia 2010, ia mengukuhkan diri sebagai salah satu pencetak gol terbanyak di ajang Piala Dunia dengan 14 gol, bersanding dengan legenda Jerman, Gerd Muller dan hanya kalah satu gol dari pemegang rekor top skorer, bomber Brazil, Ronaldo yang mencetak 15 gol di seluruh Piala Dunia yang pernah ia ikuti.
Kiprahnya di level klub pun tak mengecewakan. Ia mencetak 44 gol dalam 120 pertandingan bersama Kaiserlautern di kompetisi liga pada 1999-2004. Ia kemudian mencetak 53 gol dalam 89 pertandingan bersama Werder Bremen di liga. Ia pun pernah selalu menjadi pilihan utama di Bayern Munich, hingga cedera membuat posisinya tergantikan oleh Ivica Olic dan Mario Gomez. Sampai saat ini ia telah mencetak 24 gol dalam 98 pertandingan liga bersama Munich, dan total mencetak 52 gol dalam 149 pertandingan di semua ajang sejak bergabung dengan FC Hollywood musim 2007/2008.
Tetapi semua rekor bagus Klose tersebut di atas seakan tiada artinya ketika melihat dua video di bawah. Dua kesalahan memalukan Klose dalam satu minggu terakhir seakan mengonfirmasi jika musim ini merupakan musim yang buruk bagi Klose: hanya mencetak satu gol di ajang liga, dan total lima gol di semua ajang musim ini. Bagi seorang Miroslav Klose, hal tersebut adalah sesuatu hal yang tidak wajar.
Yang pertama, di pertandingan kandang versus Stuttgart yang merupakan pertandingan liga terakhir Munich musim ini (14/5). Arjen Robben yang dengan luar biasa membawa bola di sisi kanan penyerangan Munich langsung mengirimkan umpan ke depan gawang tim tamu. Klose berlari menyambut umpan tersebut dan seharusnya dapat langsung menceploskan bola dengan bebasnya karena tak ada lagi yang menghalangi dia dengan gawang yang hanya berjarak kurang dari dua meter saja. Tetapi nyatanya, Klose malah mengirim bola melambung di atas mistar gawang.
Dan yang kedua, ketika melawan Zenit St. Petersburg hari Rabu lalu (18/5) dalam sebuah pertandingan persahabatan. Kejadiannya hampir sama persis dengan kejadian ketika melawan Stuttgart. Klose yang berdiri bebas di depan gawang menerima umpan dari Philip Lahm di sisi kanan penyerangan Munich dan tinggal menceploskan bola dengan tenang ke dalam gawang, namun ia kembali gagal mencetak gol. Entah mengapa, ia gagal menendang dengan benar sehingga bola langsung diambil oleh bek Zenit. Untungnya, Klose mencetak satu gol di pertandingan yang berakhir 4-2 bagi Munich tersebut, sehingga kegagalan tersebut tidak terlalu dipermasalahkan.
Juni ini, Klose akan memasuki usianya yang ke-33. Apakah ini tanda bahwa ia memang telah “habis”? Sumber : Supersoccer.co.id